• Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
Koran Properti
Advertisement
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
No Result
View All Result
Koran Properti
No Result
View All Result
Home Liputan Utama

Menteri PKP Jangan Cuma Janji Doang, Pembangunan Rumah 2024 Terhambat Gegara Ini…!!!

Wawan Kuswandi by Wawan Kuswandi
December 31, 2024
in Liputan Utama
1
Menteri PKP

Maruarar Sirait (kiri) dan Nixon LP Napitupulu (kanan). (Foto: Ist/desain koranproperti.com)

FacebookXLinkedInWhatsApp

Menanggapi kasus Pinjol, Menteri PKP Maruarar Sirait berjanji akan melakukan rapat dalam jaringan (daring) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 7 Januari 2025 dan bertatap muka tanggal 10 Januari 2025.

KoranProperti.com (Jakarta) – Menteri PKP Maruarar Sirait diharapkan sejumlah pihak yang terkait dengan sektor perumahan, jangan cuma janji doang dalam menanggapi macetnya pembangunan perumahan nasional tahun 2024, tetapi juga harus bertindak tegas, tepat dan cepat.

Sudah menjadi rahasia umum selama bertahun-tahun, penyebab utama macetnya pembangunan sektor perumahan nasional disebabkan oleh adanya pungutan liar (pungli) dalam soal administrasi perizinan pembangunan rumah, Surat Pelepasan Hak (SPH) lahan yang mahal, serta pinjaman online alias pinjol.

Ketua Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional Jaya (Appernas Jaya) Andre Liwan Muhammad menyebutkan ‘penyakit kronis’ yang mengganggu pembangunan rumah nasional jadi terhambat, salah satunya adalah Surat Pelepasan Hak (SPH) yang sangat mahal.

Andre mengungkapkan, biaya SPH yang diminta untuk proyek perumahannya di Kota Serang mencapai Rp5.000 per meter.

“SPH yang diminta ini sangat mahal buat lahan saya yang ada di Kota Serang. Saya dimintai SPH Rp5.000 per meter,” ujar Andre sambil menyebutkan, lahan yang dia miliki di Kota Serang sekitar 9,2 hektare.

BACA INI: Siapa Pantas Dipercaya Soal Rumah Rakyat? Hashim Sebut Mampu Bangun 7 Juta Rumah, Menteri PKP Bilang Hanya Bisa Bangun 257.431 Rumah

“Teman-teman di Serang mengeluhkan mahalnya biaya SPH ini. Bukan hanya SPH, pinjaman online (pinjol) juga menghambat calon pembeli rumah melakukan akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR), serta masih adanya pungli dalam pengurusan administrasi perizinan pembangunan perumahan,” tandas Andre saat mendampingi Menteri PKP Maruarar Sirait berkunjung ke perumahan subsidi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (29/12/2024) lalu.

Menteri PKP
Ilustrasi rumah rakyat (Foto: Ist)

Hal yang sama juga disampaikan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu. Dia menyebut lebih dari 30 persen akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) gagal karena pinjol.

Janji Menteri PKP

Menanggapi kasus pinjol ini, Menteri Ara berjanji akan melakukan rapat dalam jaringan (daring) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 7 Januari 2025 dan bertatap muka pada 10 Januari 2025.

“Kita usahakan mencari solusinya. Tugas menteri kan juga sebagai fasilitator. Kalau ada masalah dari pengembang, tentu kita harus bantu,” janji Ara.

Menteri Ara juga menegaskan, akan menindaklanjuti kasus pungli dalam proses pembangunan perumahan, seperti SPH kepada Kepolisian. “Saya akan laporkan ke polisi untuk segera memproses kasus SPH, pungli dan sejumlah kasus terkait soal adminitrasi perizinan pembangunan perumahan,” kata Ara.

Di sisi lain, sejumlah pengembang perumahan juga mendesak Pemerintah untuk segera mencairkan anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di bulan Januari tahun 2025.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI) Joko Suranto menginginkan tanggal 2 Januari 2025 mendatang, penyaluran FLPP sudah bisa direalisasikan.

‘Kami sebagai asosiasi juga mengharapkan perbankan untuk memberikan bantuan FLPP, agar Pemerintah tidak bergantung hanya kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” ungkap Joko.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) akan menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP sebesar Rp28,2 triliun untuk 220.000 unit rumah pada tahun 2025 mendatang melalui 39 Bank penyalur FLPP.

Menteri PKP
Ilustrasi rumah rakyat. (Foto: Ist)

BACA INI: Kecemasan Hantui Rakyat, Harga Rumah Subsidi 2025 Belum Ada Kepastian…!!!

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Perumahan BP Tapera Imam Syafii Toha menegaskan, seluruh Bank penyalur FLPP sudah menyatakan kesiapannya dengan skema komposisi 50:50 agar optimalisasi penyaluran dana KPR bisa lebih besar.

“Pengaturan skema ini sangat penting, karena adanya keterbatasan sumber pembiayaan dari APBN,” ujar Imam.

Imam memaparkan, skema saat ini dengan komposisi 75:25 hanya akan menghasilkan 220.000 unit rumah. Namun, jika skemanya diubah menjadi 50:50, maka porsi pendanaan KPR FLPP bisa mendanai 330.000 unit rumah di tahun 2025 mendatang.

Merespon perubahan skema yang disampaikan Imam, Menteri Ara berharap dengan terjadinya perubahan skema dalam proporsi anggaran FLPP, maka akan bisa menghemat dan tidak membebani dana APBN.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu menyatakan,  BTN siap mengikuti perubahan proporsi anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 50:50 untuk tahun 2025 mendatang.

Menteri PKP
Media properti online koranproperti.com (Foto: Dok koranproperti,com)

Simak dan ikuti terus perkembangan berita dan informasi seputar dunia properti dan bahan bangunan melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda selalu update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.

Hotline Redaksi 0812 8934 9614

 

 

FacebookXLinkedInWhatsApp
Tags: Andre Liwan MuhammadAPPERNAS JAYABank BTNBP TaperaFLPPImam Syafii TohaJoko SurantoKoranproperti.comLiputan UtamaMaruarar SiraitMenteri PKPNixon LP NapitupuluOJKOtoritas Jasa KeuanganPengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional JayaPinjaman OnlinePinjolPT Bank Tabungan NegaraPungliReal Estat IndonesiaREISPHSurat Pelepasan HakWawan Kuswandi
Previous Post

Untuk FLPP 2025, Pengembang Ini Siapkan 1500 Rumah Ready Stock

Next Post

Harga Rumah Tahun ini Berpotensi Naik 5 Persen, Kenaikan PPN Ganggu Industri Properti Nasional   

Next Post
PPN

Harga Rumah Tahun ini Berpotensi Naik 5 Persen, Kenaikan PPN Ganggu Industri Properti Nasional   

Please login to join discussion
  • Tentang KoranProperti.com
  • Redaksi KoranProperti.com
  • Pedoman Media Siber
  • Karir

© 2024 Koran Properti

No Result
View All Result
  • Liputan Utama
  • Liputan Properti
  • Liputan Produk
  • Liputan Khusus
  • Kolom
  • Lipro TV
Hotline : (+62) 812 8934 9614
Email : redaksi@koranproperti.com

© 2024 Koran Properti